Kehidupan kos-kosan membawaku pada suatu rutinitas yang mengharuskan ak untuk membeli makanan yang tentu saja variatif setiap harinya, karena ak tidak memasak seperti wanita" yang rajin. Sbenernya sih ak udah laper dari jam 7 malem tapi malah kebablasan nonton video sampe stengah sembilan. Pergilah ak, datang ke sebuah tempat makan yang baru pernah ak kunjungi, yakni ada di deket rumahnya Kang Dery (kanca kerja). Ak datang sendirian memesan sepiring garang asem dan semangkuk sop. Sengaja kupilih sayur karena tadi siang ak makan di Limpung dengan menu daging bersama Mas Lucky.Singkat cerita, makananku habis, sampun telas, pak! Ak masih memandang keluar warung sembari meriksa apakah terjadi hujan atau tidak, karena kondisi cuaca di Indonesya lagi kacau juga, dan mobilku baru dicuci, ngik! Tanpa hujan tanpa angin, tiba" datanglah sebuah anak kecil berambut keriwil, ia memakai baju merah lalu berkata, "Mas, aku pesen es teh!" lontarnya pada mas" warung (sebut saja Erza(itu yang ak dengar)). Kemudian Ezra menjawabnya, "Bentar ya, kamu duduk dulu." Tak lama si bocah berpakaian kaos berpasangan dengan celana pendek ini mondar mandir. Gelagatnya sih ibu anak ini ada di depan warung sembari nggosip soal meninggalnya Simoncelli petang kemarin.
Hanya satu meter saja dari jarak tempatku duduk, bocah ini bertanya, "Masnya Cina ya??" Tadinya ak tidak sadar kalau ia bertanya kepadaku, namun tatapan innocentnya mengarah padaku sehingga ak langsung nahan ketawa lalu menjawab, "Bukan, dek. Emangnya kenapa?" | "Soalnya masnya pake kacamata sih, sipit!" samarsamar kudengar perkataannya. Makin ga bisa nahan ketawaku deh, "Bukan, deek."
Mungkin karena si Ezra ini mendengarku, maka ia bilang ke bocah itu, "Kamu kenalan hayoo sama masnya." Tanpa pikir panjang, setan kecil ini kembali bertanya syapa namaku, lalu kenalanlah kita, ia bernama 'Bintang'. Tanpa disuruh ia langsung duduk di sampingku dengan gelagat gak tenang kaya uler lagi ditaburin garam, clutak, khas bocah! Dalem hati juga ak mikir, "Ini bocah bakal nggigit ak gak ya?" soalnya sudah terpancar ratapan singa yang menandakan sedang mencium bau daging (baca: tulang).
Percakapan kami akhirnya terlaksana juga, ak merasa tidak sendiri sekarang. I love kids, but not the one who shot me first with that chinese thing.
Ak: Bintang sekolah di mana? Masih TK?
Bin: Iya doonk, masa anak sekecil ak udah SD??
Ak: *dalam hati: Setan kowe, le! Sok imut amat.
Bin: Mas, masnya kenal sama ibu guru gak?
Ak: Iya kenal, memangnya kenapa?
Bin: Mosok tau bu guru kok makanan mas ga dihabisin?
Ak: *dalam hati: Hiyaaa, kena lagi deh aku!
Ak: Iya, ini soalnya lauknya abis duluan sebelum nasinya.
(Dalam hal ini ak ngaku salah, karena ak lupa ga liat pas Ezra masukin nasinya, biasanya ak selalu mantau ibu" warung makan yg ngasih nasi, jadi ak sendiri yg ngatur sampe bilang "Cukup, bu!" atau "Kurangin dikit." Ak soalnya juga selalu berprinsip: "Pria bertanggungjawab adalah ia yang menghabiskan makannnya." ) Namun kali ini ak menyisakan sekitar dua suap nasi. Ak juga tidak mau menghindarkan "Berhentilah sebelum kenyang." :p
Ak: Di TKnya Bintang, ibu gurunya cantik" gak? *nylimur
Bin: Kalo bu Leha cantik, bu Esti cantik, bu Yani enggak! (Ia mengulang kalimat ini sebanyak dua kali, sampe ak pusing dengernya.)
Ak: Bintang udah makan?
Bin: Udah, tadi pake daging goreng! Enak!
Ak: Ibu kamu dimana?
Bin: Ituh di depaan. Kalo ibunya mas dimana?
Ak: Di rumah.
Bin: Sama syapa? Lagi ngapain?
Ak: Sama ayahnya mas donk, lagi liat tivi, Sinetron!
Bin: Owhhh. Itu sinetronnya ada setannya gak?
Ak: Setan?? Ga ada lah. Emang knapa? Di Dunia ini ga ada setan.
Bin: Di dunia ini ga ada setan?? Kalo malem jumat kliwon emang tetep ga ada juga?
Ak: Owh, kalo malem jumat itu ada.
Bin: Soalnya kan kalo malem jumat suka ada keretanya Pak Supri.
Ak: *dalem hati: Aduh ini anak diajarin apa sih sama ortunya??? Tapi kok ga takut setan ya?
Bin: *sambil sibuk sendiri dengan sedotannya: Ini kok sedotannya gak keluar??
Ak: *dalem hati: Haduh, Leeee! Ganti topik lagi nih?? Sibuk amat? Semacam anak abg baru dikasih ekstasi dicampur Vodka Voli.
[videonya ak upload nanti malam]
Sebenernya ak mau ngobrol lebih lanjut sama Bintang; mengenai pelajaran di sekolah, pacar dia seksi atau engga, kalo lagi belajar di kelas suka tidur atau engga, namun ak ga enak sama Ezra, udah lama juga ak duduk di warung itu. Akupun membayar makananku yang itungannya sih mahal, tapi setelah ketemu Bintang malah jadi ga kerasa kalo ak udah ngeluarin dompet. Ak nyadar kalo anak kecil selalu mengulang perkataan dan menirukan perbuatan kita sebagai orang yang lebih tua, ceplas ceplos tanpa mengetahui kalo lawan bicaranya sakit hati (yang ini selalu termaafkan), sehingga para orang tuapun harus mendidiknya dengan benar.
Namun ak masih berfikir bahwa anak" terlalu lama di bangku sekolah. Mulai dari tahapan TK, SD, SMP, SMA, Kuliah (yang belum tentu tepat lulus empat tahun), malah nantinya jadi berotak tumpul dan teoritis (yang S2, S3 ga usah pada protes deh).
Khusus untuk Bintang, Nak, semoga kamu bisa menyinari langit gelap Endonesya ini, terang seperti cahaya bintang di balik awan (yang selalu mengganggu keindahanmu).
Ok i gotta sleep. Satu yang kusadari indah sore denger lagu di galeri adalah lirik dari Sheila on 7:
"Kita berlari dan teruskan bernyanyi, kita buka lebar pelukan mentari, bila ku terjatuh nanti, kau siap mengangkatkau lebih tinggi..."
23:17 24/10/2011
0 Comments:
Post a Comment
Katakan disini...