Thursday, October 6, 2011

Tiga Anak Ayam, ups, Mie Ayam :)

Dalam sebuah kekenyangan lepas makan mie ayam, tiba" kumendengar tiga bocah kecil; mereka bukan green day, bukan pula endank soekamti. Mereka memesan tiga buah mie ayam. Ak yakin mereka asli Pekalongan, terlihat dari logat bicaranya. Namun fisik berkata lain, satu lelaki berkulit hitam (sebut saja Bejo), satunya lagi etnis keturunan China (Ahong) dan yang terakhir Jawa rada tulen berkulit putih spertiku (Firman).

Terdengar dari dekat, si Ahong berkata, "Tante, mie ayam tiga, tapi yang satu ga pake kodok ya!" samar terdengar, tapi ak yakin ia tidak berkata 'kodok', mungkin 'sayur' atau 'ayam' *adoh nemen, bi!
Dan aku juga rada gimana pas si Ahong menyapa ibu" asli Pekalongan dengan sapaan 'tante' ;)

Mereka duduk persis di depanku, jadi setiap gerak geriknya bisa ak lihat. Bejo tiba" nyletuk, "Ini berapaan ya? Kamu bawa duit kan?", lalu Firman menjawab, "Paling es teh seribuan!" Di usia seperti mereka tentu saja wajar tuk memikirkan berapa harga makanannya, karena smua tergantung uang saku yang mereka dapatkan dari orang tua masing", dulupun ak nganggap gitu "Uang saku adalah gengsi tersendiri!", mistis dan tabu bila disebutkan :D

Mie ayam pesanan mereka belum datang, sdangkan ak sudah nyeruput teh panas bergelas cantik khas warung, lalu Firman nyletuk "Yak sebelum makan, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan orang lain, berdoa mulai!"
Spontan si Bejo langsung ngakak! Akupun lagi minum sedikit ketawa dan pura" liat henpon, sdangkan Ahong malah senyum" kecut dengan sedikit mengumpat, ketiga anak ini pasti orang tuanya sukses mendidik anak! Oyes!

Nampak Ahong memakai sebuah kalung, entah salib atau apa gitu, yang jelas sudah gaul sejak kecil lah. Tapi kalo suatu hari anak lanangku minta dibeliin kalung, maka aku akan bertanya dulu, "Kamu lagi naksir syapa di sekolah?" Bila ia berkata, "Aku lagi naksir Sumarno, Pah!" (Langsung bawa ke psikiater) (⌣́_⌣̀)

Sepertinya tiga bocah kelas dua SMP ini baru saja pulang dari les matematika, terlihat dari tas gendongnya serta gaya bicaranya yang stress karena pelajaran barusan.

Singkat cerita, aku selesai makan dan meninggalkan meja makan dan menyelesaikan administrasi alias mbayar. Terlihat ada tiga buah sepeda di parkiran; satu buah sepeda 'Phoenix' lengkap dengan keranjang di bagian depan (mungkin punyaan Bejo), satu sepeda ukuran ibu" (spertinya milik si Firman), serta sepeda tanggung 'Polygon' warna biru (ini pasti, jelas laaah, milik Ahong!) :p

And then I was thinking how good those boys on their ages. I just wish they will make generation better, pasti mereka ga akan mikir esok hari mau kerja keras, pasti hanya memikirkan sekolah berangkat jam tujuh (dan ak kalah di bagian ini, semakin kerasa cape ketika berangkat makin pagi) :D

Namun tenang saja, Indosat masuk siang esok hari. And tomorrow is Friday, yang artinya: Free day :)
Havva good nite, friends...

(Remembering Steve Jobs, passed away this morning, few minutes after I did 'loading' moment.. A truly visionary!)

Picture is taken from here: http://bit.ly/nEa0RV

2 Comments:

  1. halooo... im doing some blogwalking here..

    postingan yang sedikit absurd tp enak juga dibacanya.. hehehe :D

    imma marintan's bestie at high school, it seems that u two are also best friends..

    salam kenal ya abi.. :)

    ReplyDelete
  2. Haloo, Desti.

    Iya salam kenal juga. Ak kawan baik sama marintan pas kuliah, skarang dia ilang entah dimana, hehe..

    ReplyDelete

Katakan disini...